Cropping Citra Menggunakan ‘Mask-Image’

Fungsi masking digunakan untuk membuat ‘mask-image’.  Citra mask adalah citra biner nilai piksel-pikselnya 0 dan 1. Ketika citra mask  digunakan dalam proses, maka piksel-piksel pada citra mask dengan nilai 1 diproses dan 0 diabaikan. Kali ini masking digunakan untuk memotong citra. Sebagai contoh adalah citra Landsat 5 TM wilayah Kabupaten Karawang  yang ingin dipotong (crop) menggunakan wilayah persawahannya. Langkah-langkah praktis pengerjaan cropping citra di ENVI 4.8 tersebut adalah sbb:

1).Pastikan citra Landsat 5 TM Kab. Kerawang dengan nama  ‘Band1-4_crp’ di atas ada pada daftar ‘Available Bands List’, lalu buka citra tersebut dengan komposisi RGB: 432 pada Display #1, hasilnya seperti gambar berikut.

Image1

2).Siapkan data vector polygon shapefile area sawah wilayah Kabupaten Kerawang. Contoh di sini adalah nama filenya adalah ‘sawahutm.shp’. Tampilan peta sawah tersebut pada ArcGIS seperti di bawah ini.

Image2
3).Buka data vector ‘sawahutm.shp’ melalui menu utama ENVI di ‘File > Open Vektor File’, pastikan file ini muncul di jendela ‘Avilabel Vektor List’.

4).Melalui menu utama ENVI, klik ‘Basic Tools > Masking > Build Mask’.
•Jika lupa membuka citra pada Display#1, maka pada jendela ‘Mask Definition’ isikan nilai Sampel-nya 2048 dan Lines-nya 2614. Nilai ini diambil dari ukuran citra ‘Band1-4_crp’. Untuk mengetahui ukuran citra, seleksi nama ‘Band1-4_crp’ yang ada di jendela ‘Available Band List’, klik kanan lalu seleksi pop-up menu ‘Edit Header…’.

Image3
5).Setelah itu, masih dari jendela ‘Mask Definition’ klik menu ‘Options > Import EVFs..’. Pada jendela ‘Mask Definition Input EVFs’ pilih nama ‘Layer: sawahutm.shp’, lalu klik OK. Setelahnya dari jendela ‘Select Data File Associated with EVFs’ pilih ‘Band1-4_crp’, lalu klik OK.

Image4
6).Ketika kembali ke jendela ‘Mask Definition’, isikan bagian Output Filename-nya dengan nama ‘mask-citra’, lalu klik OK. Hasilnya, nama ‘mask-citra’ akan muncul di jendela ‘Available Bands List’ seperti gambar berikut ini.

Image5

7).Hasil bentukan citra masking jika dibuka akan tampak seperti berikut.

Image6

8).Selanjutnya dari menu utama ENVI klik ‘Basic Tools > Masking > Apply Mask’. Dari jendela ‘Apply Mask Input File’ yang mucul pilih ‘Band1-4_crp’, lalu klik tombol ‘Select Mask Band’. Klik ‘Mask Band’ dari list, lalu klik OK, dan OK lagi. Pada jendela ‘Apply Mask Parameter, isikan Output Filename-nya dengan ‘citra-sawah’ lalu klik OK.

Image7

9).Hasil masking citra Landsat akan nampak seperti ini (citra ditampilkan bertampalan dengan vector batas kabupaten).

Image8

*)  info lebih jauh tentang masking silakan kunjungi: http://geol.hu/data/online_help/Masking.html

About laju gandharum

Lahir besar di Jakarta - Depok.

Posted on January 30, 2013, in GIS & RS and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. maaf ini tny ttg radiometrik.. kak kalau kalibrasi radiometrik kok ada yang mengubah ke reflektan dan ada juga koreksi radiance itu perbedaannya dmn ya? terimakasih🙂

    • Vini, kalibrasi citra perlu dilakukan untuk menggambarkan data tsb sesungguhnya. Jika menggunakan LANSDAT TM dan TM+ tahap kalibrasinya dari DN ke radiance dulu baru ke reflektan. Untuk Landsat 8 bisa sekali langkah langsung refektan (lebih jauhnya http://goo.gl/WGo2On). Kalo DN itu sesuai bit-nya ya, kalo Landsat TM dan TM+ karena 8 bit berarti nilai DN-nya dari nol s/d 255, sedangkan radiance satuannya ‘watts per unit source area’, sedangkan reflektan tidak mempunyai satuan nilainya 0 hingga 1 (0 – 100%). Smoga membantu..

  2. Artikel menarik,,, cukup membantu… thanks gan Laju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: