Pemanfaatan Informasi Tekstur untuk Klasifikasi Tanaman Sawit Menggunakan Citra FORMOSAT-2

Hasil Analisis Tekstur

Indonesia mempunya kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan konsumsi minyak sawit dunia, market share crude palm oil (CPO)-nya mencapai 44%. Indonesiapun lantas menjadi produsen CPO terbesar dunia sejak 2006 mengalahkan Malaysia (Sukamto, 2008). Karenanya, sektor kelapa sawit menjadi penting namun ia juga menyebabkan dampak lingkungan sehingga perlu pengelolaan yang lebih baik. Teknologi penginderaan jauh bisa dimanfaatkan untuk hal tersebut, salah satunya melalui klasifikasi tahap pertumbuhan tanaman sawit untuk memonitor pertumbuhan sawit. Dalam upaya itu, studi ini mencoba untuk mengklasifikasikan tahap pertumbuhan tanaman kelapa sawit pada sebuah perkebunan menggunakan citra satelit resolusi tinggi FORMOSAT-2. Karena perkebunan kelapa sawit memiliki pola tanam segitiga dimana jarak antara pohonnya sekitar 9 meter, maka kanal pankromatik 2 m dapat digunakan untuk mengenali pola tanam tersebut melalui perhitungan tekstur secara otomatis. Pada studi ini informasi tekstur citra dihitung menggunakan teknik image matching by correlation sedangkan klasifikasi citranya menggunakan teknik klasifikasi terbimbing Maximum Likelihood. Secara rinci, klasifikasi citra dilakukan dengan menggunakan hanya data multispektral saja dan kombinasi data multispektral plus informasi tekstur citra. Hasil keduanya kemudian dibandingkan. Daerah penelitian adalah perkebunan sawit Cimulang milik Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi keseluruhan (OA) sebesar 66,4% dicapai untuk klasifikasi citra kanal multipektral. Sedangkan OA 76,8% dicapai untuk klasifikasi citra kombinasi kanal multispektral plus informasi tekstur. Dengan demikian, penambahan informasi tekstur pada kanal multispektral dapat meningkatkan hasil klasifikasi (OA) sebesar 10,4%.

Silakan baca tulisan lengkapnya di IJ-Geostech dalam PDF yang ada di http://ejurnal.bppt.go.id/ejurnal/index.php/IJG/article/view/580/300

About laju gandharum

Lahir besar di Jakarta - Depok.

Posted on April 24, 2012, in GIS & RS and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: