Tentang Awan: Pengamatan (3) dr (3)

Pengamatan awan biasa dilakukan untuk memprediksi kondisi cuaca di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Melihat kumpulan awan hitam pekat dan begitu luas di langit menandakan bahwa akan turun hujan. Sebaiknya jika langit membiru dan hanya terdapat awan-awan tipis menandakan bahwa cuaca cerah.

Namun demikian pengamatan awan menggunakan mata baik yang dilakukan oleh orang awam maupun yang terlatih tidaklah begitu akurat, misalnya saja gugusan awan yang berada digaris horison bisa saja dinyatakan awan mendung padahal belum tentu. Awan-awan yang berada mendekati garis horison karena jaraknya lebih jauh dari si pengamat, penampakannya menjadi tidak sejelas awan-awan yang berada tepat di atas sang pengamat.

Posisi awan terhadap pengamat awan

Pengamatan awan kini telah mencapai tahap mutakhir, pengamatan awan dilakukan melalui satelit pengamat cuaca. Penggunaan satelit adalah suatu kemajuan besar mengingat pengamatan sebelumnya hanya mampu dilakukan oleh manusia di atas wilayah daratan saja, padahal bumi  ini 70% nya adalah lautan (samudera). Bisa dibayangkan bahwa di wilayah-wilayah subtropis seperti Jepang, Korea, Taiwan dan lainnya yang bedekatan dengan laut, badai taipun yang terbentuk tengah lautan lalu bergerak ke daratan sangatlah membahayakan manusia yang bermukim di daratan tersebut. Tanpa foto satelit datangnya badai taipun terasa begitu mendadak. Dengan satelit cuaca, pembentukan badai dan pergerakannya bisa diamati dan diramal kapan mencapai daratan dan wilayah mana saja yang akan dilewati, sehingga manusia yang tinggal di wilayah-wilayah  tersebut menjadi lebih sigap.

Orbit geostasioner satelit. Sumber: NASDA Jepang

Ada beberapa satelit cuaca yang digunakan untuk mengamati awan, salah satunya dikelompokkan ke dalam satelit geostasioner. Disebut geostasioner karena satelit ini selalu mengamati tempat yang sama. Katakan satelit ini mengamati wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka setiap saat satelit ini akan terus berada di atas wilayah Indonesia hingga masa hidup satelit tersebut habis. Satelit geostasioner ditempatkan di orbitnya di atas bumi pada ketinggian 36.000 km, satelit mengorbit ekuator bumi dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi (lihat gambar). Hal ini lah yang memungkinkan satelit dapat selalu mengamati lokasi yang sama di muka bumi. Satelit ini selalu melakukan pengambilan gambar (memotret) bumi dalam kurun waktu tertentu. Foto-foto bumi lalu dikirimkan ke stasiun penerima data satelit di bumi untuk kemudian dianalisis.  Foto-foto bumi yang disusun berurutan lalu dilihat (diputar) layaknya sebuah film dapat menggambarkan pergerakan awan.

Banyak negara yang memiliki satelit pengamat cuaca geostastioner, diantaranya adalah: Amerika serikat dengan satelit GOES-11 dan GOES-12, Jepang dengan MTSAT-1R, negara-negara Eropa dengan satelit Meteosat-nya, Rusia mengoperasikan GOMS, India memiliki INSAT, China sempat memiliki satelit Feng-Yun namun kini sudah tidak beroperasi lagi. Contoh Gambar 1.26 berikut adalah citra satelit cuaca MTSAT-1R memotret pembentukan badai taipun di perairan timur wilayah Taiwan dan Jepang pada Oktober 2009 lalu.

Citra satelit cuaca MTSAT-1R memotret pusaran taipun yang mendekati Taiwan dan Jepang (Okt 2009)

Citra satelit cuaca MTSAT-1R. Sumber: Pusat Biro Cuaca Taiwan

Sumber: Ahrens, C. D. Meteorology Today – An Introduction to Weather, Climate, and an Environment, Ninth edition. Thomson BrooksCole. New York. 2008

About laju gandharum

Lahir besar di Jakarta - Depok.

Posted on January 24, 2012, in Geography, Lingkungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: