Iklim yang Selalu Berubah

Image credit: Gino Santa Maria

Sekarang memang lagi musimnya  kait-mengaitkan segala bencana dengan pemanasan global maupun perubahan iklim. Perubahan iklim  menjadi momok masyarakat yang seolah-olah baru kali ini terjadi. Beberapa referensi dan komentar ahli tidak serta merta setuju dengan hal itu.

Donald Ahrens di bukunya Meteorology Today 2008 mengatakan bahwa perubahan iklim sudah ada sejak  jaman baheula, jauh sebelum masa revolusi Industri yang terjadi di akhir abad 18, dan terus terjadi hingga sekarang dan akan datang.

Hal ini diperkuat oleh bukti geologis yang mengungkapkan bahwa pada 18 ribu tahun lalu bumi mengalami masa pendinginan sehingga sebagian besar Eropa dan Amerika Utara tertutup salju yang ketebalannya mencapai beberapa kilometer. Bahkan salju tersebut luas dan tebalnya menjadi 10 kali lipat pada 2,5 juta tahun lalu. Jadi,  bisa dibayangkan betapa dinginnya iklim dunia saat itu. Namun keadaan tersebut tidaklah stabil, karena di waktu yang lain bumi  juga mengalami masa pemanasan. Luas dan besaranya salju pun menjadi maju- mundur, bertambah-berkurang, bahkan hilang.

Yang mengejutkan ternyata rata-rata suhu muka bumi dalam perjalannya LEBIH  hangat 8 hingga 15 derajat Celcius dari rata-rata suhu saat ini.

Pada jaman itu manusia dengan emisi CO2 dan konco-konconya tidak punya andil dalam  merubah iklim. Iklim berubah akibat alam. Faktor penyebabnya antara lain:  black holenya matahari, pergeseran orbit revolusi dan rotasi bumi, dll. Bahkan kabarnya letusan Gunung Tambora di Sumbawa pada tahun 1815 membuat Eropa dan Amerika Utara kehilangan satu musim panasnya. Mereka menyebut kejadian ini dengan sebutan cold summer.

Professor Liu asal Taiwan dalam pertemuan terbatas pernah mengakatakan “Perubahan iklim adalah fenomena alam biasa”. Dia menambahkan, konon kabarnya data-data yang digunakan oleh IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) adalah data pilihan. Maksudnya data yang ‘tidak mendukung’ hipotesa dihapus. IPPC menginginkan model komputasinya dapat menunjukkan bahwa bumi telah mengalami pemanasan global yang kritis. Donald Ahrens juga mengakui bahwa data yg digunakan IPCC ini ada biasnya kerena datanya comot sana comot sini, dan tidak terdistribusi merata. Perlu dipahami juga bahwa jaman dahulu jumlah datanya terbatas karena teknologi saat itu tidak secanggih sekarang. Kala itu tidak ada internet, tidak ada kamera dijital, tidak ada handphone, tidak ada satelit, dsb. Dengan kecanggihan saat ini, bencana, dan perubahan cuaca sekecil apapun bisa direkam dalam sesaat, dan terus menerus dipantau dan diberitakan. Tentunya  jika merugikan manusia jadilah berita besar.

Perlu cermati juga dari kata IPCC, sesuai kepanjangannya ada kata ‘pemerintah’ di sana.  Walau hasil keputusan IPCC dinyatakan berbasis scientific pastilah ada kepentingan politiknya. Disinyalir pemanasan global dan perubahan iklim merupakan alat dari Negara-negara maju untuk menekan Negara dunia ke-3 termasuk Indonesia. Tekanan negara maju ini disebut Kolonialisme Hijau. Riset-riset berpendanaan besarpun kemudian diarahkan ke skema perubahan iklim ini. Namun jangan harap proposal riset yang menyatakan perubahan iklim itu adalah gejala alam biasa bisa lolos.

Terlepas bahwa perubahan iklim ada sejak dulu, pada kenyataannya keadaannya bumi kita memburuk. Ada baiknya perlu dilaksanakan pesan bijak dari Hinrichs dan Kleinbac pada tulisannya  ‘Global Warming’  dalam Energy: Its Use and the Environment yang bunyinya kira-kira seperti ini: ” Walau perubahan iklim masih menjadi perdebatan,  segeralah berbuat perbaiki bumi. Jangan tunggu sampai bukti itu ada, namun sudah telat”.

————————————————-

*Tulisan ini adalah tanggapan atas postingan teman yang menanyakan adakah kaitan ‘Searangan Ulat Bulu dengan Perubahan Iklim’ di sebuah maling list.

*Terimakasih teman yang sudah membuatku malam ini tak tidur.

About laju gandharum

Lahir besar di Jakarta - Depok.

Posted on April 15, 2011, in Lingkungan and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: