Oleh-oleh dari Geospatial Technology Update Seminar (GTUS)

Bertemu kolega di GTUS 2011. Foto: Abe

Sesuai namanya GTUS merupakan seminar yang menginformasikan perkembangan terkini teknologi geospasial. Seminar yang diadakan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta pada Kamis, 17 Pebruari 2011 ini merupakan ajang promosi dari berbagai industri swasta internasional seperti Digital Globe, HP, ESRI dan COWI. GTUS diprakarsai oleh GIS Development, sebuah organisasi yang bergerak di bidang media promosi dan penyebaran informasi tentang perkembangan penggunaan teknologi geospasial di segala bidang. Di Indonesia partner pemerintah sekaligus tuan rumah seminar GTUS adalah Bakosurtanal (Bako).

GTUS dilakukan berseri di 4 negara ASEAN selama bulan Pebruari 2011 ini, berturut-turut di Brunei, Thailand, Indonesia dan berakhir nanti di Veitnam. Di Indonesia GTUS dibuka oleh Menristek RI Suharna. Dalam sambutannya Suharna menekankan bahwa jangan sampai Indonesia hanya dijadikan sebagai pasar produk-produk teknologi geospasial oleh asing, orang Indonesia juga harus mampu menciptakan dan bermain di negerinya sendiri.

Berikutnya, kepala Bako Asep Karsidi sebagai pembicara utama menyampaikan isu-isu penting terkini terkait geospasial di Indonesia. Bahwa kini Bako memiliki tantangan berat untuk memenuhi kebutuhan informasi spasial nasional, baik  dari berbagai sekala, akurasi dan kekinian data.  Menjawab hal ini Bako tengah mengimplementasikan Ina-DSN atau Indonesia Data Structure National. Ina-DSN adalah geoportal nasional Indonesia, layaknya sebuah portal, Ina-DSN bisa menampilkan data-data spasial dari berbagai simpul jaringan yang terhubung dengannya. Simpul jaringan data spasial disuplai ke pusat geoportal oleh berbagai institusi pemerintah di pusat maupun daerah.  Karsidi mengatakan “Implementasi Ina-DSN tidak dari nol.  Sebenarnya banyak institusi yang telah mempunyai webgis masing-masing, ini tinggal disambungkan saja ke Bako”.

Karsidi juga menambahkan bahwa Bako telah memiliki Peta Rupa Bumi (RBI) digital sekala 1:250ribu lengkap yang ‘seamless’ (mulus). Maksudnya seamless adalah jika disatukan antar lembar peta yang jumlahnya mencapai 400an lembar lebih, fitur-fitur petanya akan nyambung. Data 250ribu ini telah menjadi rujukan data dasar oleh lembaga lain dalam melakukan pemetaan tematiknya. Dengan satu sumber data dasar, pengguna tidak menjadi bingung karena hasil perhitungan luas menjadi berbeda karena menggunakan data dasar yang berbeda. “Jadi jangan sampai suatu saat nanti, jumlah luas hutan di suatu pulau luasnya lebih dari luas pulau tersebut”, pungkas Karsidi.

Walau sudah lengkap, data RBI sekala 250ribu ini tidaklah semuanya up to date. Lembar tertua data tertua RBI ini bertahun 1993 (18 tahun lalu), dan yang terkini bertahun 2011. Yang bertahun 2011 jumlahnya hanya beberapa saja dan ada di Papua bagian selatan. Padahal idealnya peta dasar memiliki relatif tahun pembuatan yang sama per 5 tahun sekali. Bako mengakui bahwa untuk memenuhi kebutuhan data geospasial sesuai tuntutan perlu dana yang sangat besar. Anggaran 1,4 trilyun Bako untuk 4 tahun tidaklah cukup menjawab semua tantangan. Dengan anggaran yang terbatas, survai dan pemetaan tidaklah bisa dilakukan secara serempak untuk seluruh wilayah Indonesia. Diingatkan pula bahwa pemetaan bukannya hanya untuk wilayah daratan saja tapi juga lautan. Namun demikian, dengan anggaran yang ada Bako berupaya seoptimal mungkin memaksimalkan hasil dengan menggandeng berbagai fihak.

“Sebenarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk surta (survai dan pemetaan) sudah cukup besar, karena surta bukan hanya dilakukan oleh Bako saja, tapi juga oleh lembaga lain”, tambah Karsidi. Lembaga lain yang dimaksud antara lain Kemenhut untuk memetakan hutan, Kementan untuk memetakan luas baku sawah, Badan Pertanahan Nasional, Direktorat Topografi Angkatan Darat, Dishidros TNI AL, Dinas Survei dan Pemotretan Udara TNI AU dan lain-lain. Dengan mengoptimalkan kerjasama antar lembaga diharapkan duplikasi pengadaan data dan hal lain yang mubazir dapat dihindari untuk menghemat biaya juga mengoptimalkan hasil. Contohnya, di tahun 2011 ini bako tengah bekerja sama dengan Jepang melakukan surta untuk pembuatan peta RBI skala 1:50ribu di beberapa provinsi Sumatera. Akuisisi data dilakukan dengan pemotretan udara dan  citra satelit ALOS.

Dalam kesimpulannya Karsidi menyampaikan bahwa data geospasial urjen diperlukan dari berbagai sekala yang ‘updated’ dan akurat. Untuk memenuhi ini diperlukan partisipasi universitas dan swasta. Selain itu juga diperlukan keberlanjutan data yang digunakan, kebijakan, SDM, dan teknologi.

Sesi selanjutnya acara GTUS adalah presentasi dari HP. HP mempresentasikan kecanggihan teknologi printer HP Designjet T2300 eMFP. Printer besar (plotter) HP ini selain untuk printing bisa juga untuk scanning. Dengan printer jenis ini, HP menjamin kemudahan dan kecepatan penggunaan. Printer ini juga bisa dihubungkan ke jaringan lokal maupun internet.  Tanpa terhubung dengan komputer data yang tersimpan dalam flash disk bisa dicolok ke printer dan diprint langsung . Jika terhubung dengan jaringan, hasil scanning bisa langsung dishare ke pengguna lain. Katanya printer ini cocok buat pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya urjen, seperti pada tanggap darurat pasca bencana.

Presentasi berikutnya diberikan oleh COWI. COWI adalah adalah perusahaan internasional asal Denmark. Perusahaan ini menawarkan jasa di bidang survai, pemetaan, GIS, dan pembuatan cyber city (3D city modelling). Teknologi yang ditawarkan COWI adalah Airborne Laser Scanner atau biasa disebut LiDAR untuk membangun model 3D permukaan tanah (digital terrain and surface modeling). Teknologi ini memiliki akurasi hingga centimeter. Selain itu, COWI mempromosikan mobile mapping (pemetaan bergerak) yang menggunakan wahana mobil survai. Satu set perangkat mobile mapping dipasang di atas cap mobil. Perangkat ini terdiri atas penerima data GPS dan kamera yang bisa melakukan scanning 360 derajat untuk merekam gambar sekitar secara spherical. Dengan perangkat ini titik lokasi dan gambaran keadaan sekeliling lokasi dapat terekam. Pemetaan ini cocok untuk memetakan jalan dan sistem manajemen aset. Selebihnya COWI menawarkan oblique aerial photographs, thermal mapping, dan model 3D kota untuk GIS dan visualisasinya.

Pemain lama yang tidak mau ketinggalan adalah Digital Globe . Digital Globe konsisten menawarkan data satelit resolusi tinggi. Perusahaan swasta asal Amerika ini mengelola 3 data satelitnya yakni QuickBird, World View-1 dan World View-2. Yang terakhir disebutkan diluncurkan pada Oktober 2009. Citra ini mengusung keunggulan dengan 8 kanal multispektral dan 1 kanal pankromatik yang masing-masing resolusi spasial terbaiknya 1,84 m untuk multispektral dan 0,46 m untuk pankromatiknya. Dengan ke tiga satelitnya tersebut Digital Globe mampu mengumpulkan data permukaan bumi lebih dari 500 juta km persegi per tahunnya. Wuih.

Sesi terakhir acara GTUS ditutup apik oleh presentasi ESRI. ESRI dengan slogan uniknya ”we communicate using maps” mengenalkan teknologi terbarunya ArcGIS.com.  ArcGIS.com adalah online GIS yang bisa digunakan dari mana saja. Modalnya cukup koneksi internet dengan kecepatan yang cukup. Melalui situs GIS.com, pengunjung bisa membuat user dan account, kemudian memulai untuk melihat dan menggunakan data spasial online yang tersedia di Map Gallery. User juga bisa melakukan berbagi data di situs ini. Prinsipnya semakin banyak user yang melakukan berbagi data maka semakin baik, sehingga ArcGIS.com bisa dijadikan rujukan oleh berbagai fihak dari segala penjuru dunia. Jadi, bisa dibilang ArcGIS.com adalah situs geoportal tempat berbagi informasi spasial orang-prang sedunia.

GTUS dilakukan berseri di 4 negara ASEAN selama bulan Pebruari 2011 ini, berturut-turut di Brunei, Thailand, Indonesia dan berakhir nanti di Veitnam.

About laju gandharum

Lahir besar di Jakarta - Depok.

Posted on February 19, 2011, in GIS & RS and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. koreksi dikit mas…. COWI asalnya dari Denmark.. hehehe🙂

  2. yang pasti presenternya ganteng….halah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: