Feeds:
Posts
Comments

Pengamatan awan biasa dilakukan untuk memprediksi kondisi cuaca di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Melihat kumpulan awan hitam pekat dan begitu luas di langit menandakan bahwa akan turun hujan. Sebaiknya jika langit membiru dan hanya terdapat awan-awan tipis menandakan bahwa cuaca cerah.

Namun demikian pengamatan awan menggunakan mata baik yang dilakukan oleh orang awam maupun yang terlatih tidaklah begitu akurat, misalnya saja gugusan awan yang berada digaris horison bisa saja dinyatakan awan mendung padahal belum tentu. Awan-awan yang berada mendekati garis horison karena jaraknya lebih jauh dari si pengamat, penampakannya menjadi tidak sejelas awan-awan yang berada tepat di atas sang pengamat. Continue Reading »

Pada tahun 1887, Arbecromby dan Hildebrandsson mengelompokkan awan menjadi 4 bagian kelompok utama. Setiap kelompok diidentifikasi berdasar letak ketinggiannya dari muka bumi: awan tinggi, awan menengah dan awan rendah. Kelas ke-4-nya lebih pada pembentukan  vertikal dari awan.

1. Awan tinggi

Awan tinggi pada derajat lintang bumi menengah dan rendah umumnya terbentuk pada ketinggian di atas 6000 m. Karena udara pada ketinggian ini cukup dingin dan kering, awan tinggi terbentuk dari kristal es dan agak lebih tipis. Awan tinggi nampak putih, kecuali mendekati pada saat mahari terbit dan terbenam, awan dipengaruhi oleh pantulan sinar matahari sehingga nampak kemerahan, jingga maupun kuning. Continue Reading »

Awan Stratocomulus, Sumber: Donald Ahrens

Awan seperti yang biasa kita lihat di langit nampak biasanya berwarna putih bergumpal-gumpal, kadang kala nampak berarak tipis pada saat cuaca cerah, pada saat cuaca mendung atau turun hujan awan nampak agak menyeramkan berwarna abu-abu pekat meluas. Di tempat-tempat  agak tinggi seperti di pegunungan, awan sering kali nampak menyelimuti bagian puncak gunung begitu indahnya. Keberadaan awan menunjukkan bahwa atmosfer kita begitu indah. Tanpanya, tak kan pernah ada hujan, salju, gluduk dan kilatan cahayanya mapun pelangi. Continue Reading »

Mengenal Suhu Udara

Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmofer. Berdasarkan penyebarannya di muka bumi suhu udara dapat dibedakan menjadi dua, yakni sebaran secara horisontal  dan vertikal.

Sebaran suhu udara secara horisontal

Jika bumi kita homogen tanpa kehadiran darat dan laut, maka mungkin distribusi suhu di permukaan bumi akan bersesuaian dengan posisi lintangnya. Di ekuator dan sekitarnya suhunya panas, sedang di kutub dan sekitarnya suhunya dingin. Namun demikian bumi sangatlah kompleks, lebih dari pada sekedar susunan darat dan laut. Sehingga secara keruangan (spasial) sebaran suhu dipermukaan bumi akan terganggu, tak sesederhana jika bumi itu homogen.

Suhu Permukaan Laut (Sumber: NOAA)

Continue Reading »

Berbicara tentang cuaca dan iklim pastinya tak terlepas dengan keadaan atmosfer bumi kita. Atmosfer secara sederhana bisa dikatakan sebagai selimut tipis masa udara yang mengelilingi bumi. Jika diumpamakan sebagai sebuah bola, tebalnya atmosfer hanya selembar kertas tipis yang menutupinya. Tebal atmosfer bumi berkisar hingga 480 km, namun sebagian besar atmosfer (80%) berada di bawah ketinggian 16 km dari permukaan bumi. Jika dibandingkan dengan diameter bumi yang sebesar 12.756 km, maka ketebalan atmosfer 16 km tersebut nilainya sama dengan 0,00125 kali dari diameter bumi. Nampak tipis sekali bukan.

Continue Reading »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.